Tampilkan postingan dengan label Berita Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Bola. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2016

Makin Kayanya Pola Indonesia di Piala AFF

Indonesia tampil begitu cair di laga kontra Thailand.
Makin Kayanya Pola Indonesia di Piala AFF
Indonesia Tekuk Thailand 2-1 di Final AFF Leg Pertama (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)
VIVA.co.id – Performa Indonesia di final Piala AFF leg 1 melawan Thailand, Rabu 14 Desember 2016, terbilang mengesankan. Indonesia tampil begitu cair dalam laga yang digelar di Stadion Pakansari tersebut.

Dalam duel melawan Thailand, Indonesia sempat menampilkan dua pola berbeda. Pelatih Indonesia, Alfred Riedl, menerapkan pola 4-2-3-1 sejak menit awal.

Lewat skema ini, lini tengah Thailand sempat kesulitan membongkar pertahanan berlapis Indonesia. Sebab, Manahati Lestusen dan Bayu Pradana mampu menjalankan tugasnya sebagai pemutus serangan di sektor tengah dengan baik.

Setelah unggul 2-1, Riedl mengubah skema permainan. Ketika Lerby Eliandry masuk di menit 69, formasi pun berubah menjadi 3-5-2.

Lini pertahanan menjadi lebih stabil. Selain itu, ada keseimbangan yang muncul di sektor serang.

Indonesia juga mendapat satu peluang emas ketika memainkan pola ini. Sayangnya, peluang tersebut gagal dimanfaatkan Lerby.

"Sebenarnya, saya masih kurang puas dengan permainan Indonesia. Babak pertama, kami terlalu banyak memberikan celah ke Thailand. Mereka akhirnya bisa cetak gol. Dan memang gol tersebut sangat berkelas. Thailand pantas mendapatkannya," kata Riedl.

Namun, Riedl menilai Rizky Pora dan kawan-kawan bisa menerjemahkan keinginannya dengan baik di babak kedua. "Ada perubahan, menjadi lebih baik. Setelah gol penyeimbang, mental bertanding kami meningkat. Lalu, tercipta gol kedua," ujar Riedl. (one)

Sumber: http://www.viva.co.id/bola/read/859719-makin-kayanya-pola-indonesia-di-piala-aff

Unggul Atas Thailand, Indonesia Tetap 'Siaga 1'

Indonesia hanya butuh hasil imbang di leg 2, demi menjadi juara.
Unggul Atas Thailand, Indonesia Tetap 'Siaga 1'
Indonesia Tekuk Thailand 2-1 di Final AFF Leg Pertama (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)
VIVA.co.id – Timnas Indonesia sementara unggul atas Thailand dalam perebutan gelar juara Piala AFF 2016. Itu setelah Timnas menang dengan skor 2-1 atas Thailand dalam pertemuan pertama, Rabu 14 Desember 2016.

Dengan kondisi seperti ini, Indonesia hanya butuh hasil imbang untuk mengunci trofi Piala AFF pertama. Kekalahan dengan skor 2-3 pun sudah menjadikan Indonesia sebagai juara.

Meski begitu, Indonesia tak bisa bersantai. Gelandang Indonesia, Stefano Lilipaly, menyatakan pertandingan leg 2 nanti akan lebih berat.

"Pastinya berat karena kami harus bermain di kandang mereka. Suporter mereka pasti akan memberikan tekanan yang besar terhadap kami," kata Stefano.

"Jadi, kami harus bekerja lebih keras. Tak bisa bersantai-santai," lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan oleh gelandang bertahan Indonesia, Manahati Lestusen. Dia meminta agar rekan-rekannya fokus saat bertanding di Stadion Rajamangala, Bangkok, akhir pekan nanti.

"Kami harus tetap jaga fokus karena seluruhnya bisa terjadi," terang Manahati. (one)

Sumber: http://www.viva.co.id/bola/read/859692-unggul-atas-thailand-indonesia-tetap-siaga-1

6 Fakta Menarik Timnas Indonesia di Piala AFF 2016

Di antaranya, cuma Indonesia yang bisa menjebol gawang Thailand.
6 Fakta Menarik Timnas Indonesia di Piala AFF 2016
Timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/16.)
VIVA.co.id – Timnas Indonesia sukses melewati ujian di leg 1 final Piala AFF 2016. Skuat Garuda mengalahkan Thailand dengan skor 2-1, Rabu, 14 Desember 2016.

Ini modal sangat penting untuk memainkan leg 2 pada 17 Desember 2016. Sebab, Indonesia hanya perlu bermain imbang untuk mencetak sejarah sebagai juara Piala AFF pertama kalinya.

Sementara itu, ada beberapa fakta menarik sepanjang perjuangan timnas Indonesia di Piala AFF. Seperti apa? Berikut seperti yang dirangkum VIVA.co.id:

1- Sejauh ini, timnas Indonesia selalu mencetak 2 gol di setiap laga di Piala AFF. Total 12 gol dari enam laga (3 di fase grup, 2 di semifinal, 1 di final).

2- 12 gol Indonesia dicetak delapan pemain berbeda, yaitu Boaz Solossa (3 gol), Hansamu Yama (2), Stefano Lilipaly (2), Andik Vermansyah (1), Fachrudin Aryanto (1), Lerby Eliandry (1), Manahati Lestulen (1) dan Rizky Pora (1).

3- Kemenangan 2-1 atas Thailand di leg 1 final ternyata bukan comeback (bangkit setelah tertinggal) pertama kali bagi Indonsia di Piala AFF 2016. Sebelumnya, Indonesia juga melakukannya kala menekuk Singapura 2-1 di laga terakhir fase grup.

4- Indonesia jadi satu-satunya tim yang bisa menjebol gawang Thailand di Piala AFF 2016. Total, 4 gol dari dua laga (di fase grup dan leg 1 final).

 5- Kemenangan 2-1 Indonesia di leg 1 final juga sekaligus mengakhiri rekor kemenangan beruntun (5 kali) Thailand di Piala AFF 2016.

6- Dari enam laga yang sudah dilakoni di Piala AFF 2016, Indonesia selalu kebobolan. Total, skuat asuhan Alfred Riedl ini sudah kebobolan 11 gol dari enam laga.
(one)

Sumber: http://www.viva.co.id/bola/read/859609-6-fakta-menarik-timnas-indonesia-di-piala-aff-2016

Timnas Indonesia Menatap Sejarah Baru Asia Tenggara

Boaz Solossa cs berpeluang meraih gelar Piala AFF untuk pertama kali.
Timnas Indonesia Menatap Sejarah Baru Asia Tenggara
Para pemain Timnas Indonesia merayakan kemenangan atas Thailand (FOTO/Wahyu Putro A)
VIVA.co.id – Satu tangan Timnas Indonesia sudah menggenggam trofi Piala AFF 2016. Boaz Solossa cs sukses memetik kemenangan penting dalam laga leg pertama final Piala AFF 2016 kontra Thailand. Menjamu Thailand di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu 14 Desember 2016 WIB.

Aksi heroik pasukan Alfred Riedl ditunjukkan dalam laga ini. Bagaimana tidak, Indonesia lebih dulu tertinggal lewat gol Teerasil Dangda di menit 33. Dengan semangat pantang menyerah, didukung puluhan ribu suporter di Stadion Pakansari, Indonesia mampu membalikkan keadaan lewat gol Rizky Rizaldi Pora menit 65, dan Hansamu Yama Pranata menit 70.

Meski mampu memenangkan pertandingan penting ini, posisi Indonesia belum aman. Memang, Indonesia hanya butuh hasil imbang dalam laga leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, 17 Desember 2016 mendatang. Tapi, bukan perkara mudah menahan imbang Thailand yang notabene akan didukung puluhan ribu suporternya.

Namun, bukan berarti Timnas Indonesia tak punya peluang untuk memenangkan Piala AFF tahun ini. Sebab, Indonesia sudah begitu haus setelah dalam sebelumnya selalu gagal dalam empat laga final.

Kini, Indonesia kembali berpeluang besar untuk mencetak sejarah dalam kancah sepakbola Asia Tenggara, jadi juara baru Piala AFF.

Dua Catatan Riedl
Meski pasukannya mampu memetik kemenangan dalam laga ini, Alfred Riedl belum puas. Pelatih asal Austria ini bahkan menyebut permainan Indonesia di babak pertama terbilang buruk.

Riedl menyoroti longgarnya sektor pertahanan Indonesia, yang berakibat para pemain Thailand
dengan mudah melakukan manuver individu.

"Saat itu, mungkin penguasaan bola Thailand sampai 80 persen. Saya merasa kami bermain buruk di babak pertama. Jujur, saya tak menyukainya," ujar Riedl.

Satu hal lainnya yang juga disambut dingin oleh Riedl, adalah soal peluang Indonesia dalam laga leg kedua nanti. Riedl lebih memilih untuk tak membicarakan masalah peluang, dan lebih fokus kepada persiapan jelang laga nanti.

Tak hanya itu, Riedl juga ingin pasukannya tak lantas berleha-leha lantaran sudah memetik kemenangan di pertemuan pertama. Riedl yakin, banyak hal yang bisa saja terjadi dalam pertandingan leg kedua nanti.

"Bisa saja ada kartu kuning, merah, cedera, atau apa pun itu. Kami punya peluang juara, tentu saja. Kami masih hidup," kata Riedl melanjutkan.

"Tapi, masih ada satu pertemuan lagi. Saya harus memulihkan kondisi pemain dan langsung menggelar persiapan," ujarnya.

Simpan Dendam
Kekalahan yang diterima Thailand dalam laga ini, ternyata tak membuat Kiatisuk Senamuang gusar. Meskipun, Pelatih Tim berjuluk The Elephant War ini menegaskan akan melakukan misi balas dendam di pertemuan kedua nanti.

Mantan bomber Timnas Thailand ini mengakui kekalahan yang diterima pasukannya kali ini. Enggan beralasan, Kiatisuk juga mengakui beberapa kesalahan yang dilakukan oleh anak asuhnya.

Namun, Kiatisuk tahu betul jika pertarungan belum usai dan Thailand masih berpeluang besar mempertahankan gelar juaranya.

"Kekalahan adalah kekalahan, tapi kami akan balas di leg kedua. Saya tidak mau cari alasan," ucap Kiatisuk.

"Pemain Indonesia bagus dan punya kecepatan yang bisa merepotkan. Kami melakukan kesalahan, di babak kedua kami kehilangan konsentrasi," ujarnya.

Perlu diketahui, Timnas Thailand adalah juara Piala AFF 2014 lalu. Tim Gajah Perang juga merupakan peraih gelar juara terbanyak Piala AFF terbanyak bersama Singapura. Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1996 (kala itu masih bernama Piala Tiger), Thailand sukses menjuarai gelaran ini sebanyak empat kali (1996, 2000, 2002, 2014).

Sumber: http://www.viva.co.id/bola/read/859593-timnas-indonesia-menatap-sejarah-baru-asia-tenggara

Rabu, 07 Desember 2016

Lakoni Laga Dramatis, Indonesia ke Final Piala AFF

Indonesia lolos ke final dengan keunggulan agregat 4-3 atas Vietnam.
Lakoni Laga Dramatis, Indonesia ke Final Piala AFF
Para Pemain Timnas Indonesia pada Piala AFF 2016 (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Kedua tim melakoni duel leg kedua semifinal di My Dinh National Stadium, Rabu, 7 Desember 2016. Laga tersebut berlangsung dramatis. Indonesia sempat kalah 1-2 pada waktu 90 menit, namun berhasil menutup pertandingan dengan skor 2-2 setelah menjalani dua kali babak tambahan.

Vietnam langsung tampil mendominasi di babak pertama. Mereka terus menekan pertahana Indonesia demi memburu gol. Untungnya pertahanan Tim Merah-Putih tampil cukup solid. Duet bek tengah Hansamu Yama dan Fachrudin Aryanto selalu mampu menghalau setiap gempuran. Skor kacamata bertahan sampai turun minum.

Di paruh waktu kedua terjadi banyak drama. Di mulai dengan kesuksesan Indonesia mencuri gol ke gawang Vietnam di menit 54. Stefano Lilipaly dengan mudah menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan. Dia memanfaatkan kesalahan yang dilakukan oleh bek dan kiper lawan ketika coba menghalau umpan silang dari Boaz Solossa.

Tertinggal, Vietnam yang berjuang bangkit mengejar malah kehilangan kipernya, Tran Nguyen Manh. Dia dikartu merah oleh wasit pada menit 76 kerena melakukan protes keras.
Kurang jumlah, Vietnam justru tampil semakin ngotot. Sebaliknya Indonesia sedikit kehilangan fokus. Alhasil, anak-anak asuh Nguyen Huu Thang mampu mencetak dua gol di waktu 90 menit.

Gol penyeimbang 1-1 dihasilkan Vu Thanh di menit 83. Dia sebelumnya mendapat assist dari Pham Thanh Lurong. Lalu pada injury time, Vietnam balik unggul lewat lesakan Vu Minh Tuan. Skor 2-1 untuk keunggulan Vietnam membuat laga harus lanjut ke babak tambahan karena secara agregat, kedudukan masih sama kuat 3-3.

Pada babak tambahan Indonesia berhasil mencetak gol tambahan pada menit 97. Manahati Lestusen mencatatkan namanya di papan skor lewat sebuah eksekusi penalti. Hadiah tendangan 12 pass diberikan setelah Ferdinan Sinaga dijatuhkan di kotak terlarang saat tinggal berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang musuh.

Duel pada 2X15 menit babak tambahan berjalan seru. Indonesia dan Vietnam masih sama-sama ngotot memburu gol. Cuma hingga pertandingan berakhir skor 2-2 tetap bertahan. Hasil yang membuat Indonesia berhak merengkuh tiket laga pamungkas berkat keunggulan agregat 4-3.

Susunan Pemain:

Vietnam: Tran Nguyen Manh, Tran Dinh Dong, Truong Dinh Luat, Que Ngoc Hai, Vu Van Thanh, Nguyen Van Toan (Vu Minh Tuan 57'), Luong Xuan Truong, Nguyen Trong Hoang, Dinh Tranh Trunng (Pham Tranh Lurong 69'), Nguyen Van Quyet (Nguyen Cong Phuorung 69'), Le Cong Vinh.

Indonesia: Kurnia Meiga, Beny Wahyudi, Hansamu Yama Pranata, Fachrudin Wahyudi, Abduh Lestaluhu, Manahati Lestusen, Bayu Pradana, Andik Vermansyah (Dedi Kusnandar 87'), Stefano Lilipaly (Zulham Zamrun 85'), Rizky Pora, Boaz Solossa (Ferdinan Sinaga 72').

Sumber: http://www.viva.co.id/bola/read/857091-lakoni-laga-dramatis-indonesia-ke-final-piala-aff

Jumat, 02 Desember 2016

Tiket Indonesia Vs Vietnam Ludes, Suasana Sempat Memanas

Petugas keamanan diminta amankan para calo tiket Piala AFF.
Tiket Indonesia Vs Vietnam Ludes, Suasana Sempat Memanas
Para calon pembeli tiket Piala AFF protes tiket sudah habis. (VIVA.co.id/Yudhi Maulana)
  VIVA.co.id – Situasi sempat memanas setelah ribuan calon penonton mendapatkan informasi tiket semifinal Piala AFF 2016 antara Indonesia vs Vietnam sudah ludes terjual.

Dalam pantauan VIVA.co.id, sebanyak 10.000 tiket Kategori 3 yang dijual di pintu utara Gelora Bung Karno habis dalam waktu 2,5 jam saja. Loket dibuka pukul 08.00 pagi WIB dan habis pukul 10.30 WIB.

Situasi memanas terjadi saat para penonton yang belum mendapatkan tiket mengetahui tiket habis, mereka tidak menyangka sebanyak 10.000 tiket bisa ludes dalam waktu hanya 2,5 jam. Hal ini diakui oleh salah satu pengantre, Ardi Firmansyah.

"Masa sudah habis, kemungkinan gara-gara calo. Kami masih nunggu kepastian, sebelumnya mereka bilang habis, tapi tidak bilang sama pembeli," kata Ardi kepada VIVA.co.id.
Beberapa orang yang kesal coba memasuki Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk mengetahui alasan jelas habisnya tiket, namun dibendung oleh pihak pengamanan. Dalam pantauan, mereka juga menyerukan kepada pihak pengaman untuk menindak calo yang terang-terangan menjual tiket.

Calo menjual tiket dengan harga yang terbilang  mahal. Mereka menjual Rp200-Rp250 ribu kepada pembeli, dari harga normal Kategori 3 yaitu Rp100 ribu.

Pertandingan antara Indonesia melawan Vietnam sendiri digelar pada Sabtu, 3 Desember 2016, pukul 19.00 WIB. (one)

Sumber: http://www.viva.co.id/bola/read/855061-tiket-indonesia-vs-vietnam-ludes-suasana-sempat-memanas

Minggu, 21 Agustus 2016

Lewat Adu Penalti, Brasil Gondol Medali Emas Olimpiade


Brasil menang 5-4 dalam babak tos tosan melawan Jerman.
Lewat Adu Penalti, Brasil Gondol Medali Emas Olimpiade
Penyerang Brasil, Neymar (REUTERS)
VIVA.co.id – Brasil sukses menggondol medali emas cabang olahraga sepakbola Olimpiade 2016. Mereka mengalahkan Jerman lewat adu penalti dalam laga final di Stadion Maracana, Sabtu, 20 Agustus 20016, atau Minggu pagi waktu Indonesia.

Pertandingan secara keseluruhan berjalan seru. Kedua kubu sama-sama bermain terbuka, sehingga banyak peluang yang tercipta.

Kubu Selecao unggul 1-0 di babak pertama. Tendangan bebas Neymar di menit 27 mengoyak jala Der Panzer.

Jerman sendiri baru menyamakan skor di babak kedua. Max Mayer melepaskan tendangan setengah voli, memanfaatkan umpan silang dari Jeremy Toljan. Skor 1-1 bertahan sampai waktu 90.

Pada dua babak tambahan, kedua kubu sama-sama gagal menghasilkan gol. Mau tak mau, untuk menentukan pemenang, laga di lanjutkan ke babak adu penalti.

Dari lima eksekutor, penendang terakhir Jerman, Nils Peterson gagal menjalankan tugasnya. Sepakan penyerang Freiburg itu mampu diblok oleh kiper Weverton.

Sedangkan lima algojo Brasil tanpa kesulitan memperdayai kiper Jerman. Skor akhir 5-4 untuk anak-anak asuh Rogerio Micale. Bagi Brasil ini merupakan sejarah baru, karena untuk kali pertama mereka mampu merebut medali emas Olimpiade.

Susunan pemain:
Brasil: Weverton, Marquinhos, Rodrigo Caio, Douglas Santos, Zeca, Renato Augusto, Luan, Walace, Neymar, Gabriel Barbosa (Felipe Anderson 70'), Gabriel Jesus (Rafinha 95').

Jerman: Timo Horn, Jeremy Toljan, Niklas Sule, Matthias Ginter, Lukas Klostermann, Sven Bender, Lars Bender (Grischa Promel 67'), Max Meyer, Serge Gnabry, Davie Selke (Niels Petersen 76'), Julian Brandt.

Sumber: http://www.viva.co.id/bola/read/811545-lewat-adu-penalti-brasil-gondol-medali-emas-olimpiade

Minggu, 24 Januari 2016

Mitra Kukar Juara Piala Jenderal Sudirman


Unggul lebih dulu, Semen Padang harus akui keuletan Mitra Kukar.
Mitra Kukar Juara Piala Jenderal Sudirman
Latihan Mitra Kukar jelang final Piala Jenderal Sudirman (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/16.)
VIVA.co.id - Dua menit sebelum berakhirnya 90 menit waktu normal, laga final Piala Jenderal Sudirman antara Semen Padang vs Mitra Kukar, tampak akan berlanjut dengan adu penalti. Skor masih imbang 1-1, setelah Michael Orah mencetak gol di menit 79.

Namun semenit kemudian, Yogi Rahardian yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol kedua bagi Mitra Kukar di menit 89. Duel di Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu, 24 Januari 2016, akhirnya berakhir untuk kemenangan Mitra Kukar dengan skor 2-1.

Semen Padang harus bermain dengan 10 orang, setelah Yu Hyunkoo mendapat kartu kuning kedua di menit 50. Namun hingga jeda turun minum babak kedua di menit 75, belum ada perubahan skor. Baru empat menit setelah pertandingan dimulai kembali, Mitra Kukar bisa mencetak gol.

Mitra Kukar akhirnya bisa memanfaatkan keunggulan pemain, untuk merubah skor menjadi imbang 1-1, dengan gol yang dibuat Michael Orah pada menit 79. Begitu peluit babak kedua dibunyikan, para pemain Mitra Kukar tampak merubah strategi, dan terus menekan pertahanan Semen Padang.

Di menit 52 bencana terjadi untuk lini tengah Semen Padang, setelah Yu Hyunkoo mendapatkan kartu merah, akibat kartu kuning kedua. Hingga jeda turun minum di menit 75, Mitra Kukar tidak dapat memanfaatkan keunggulan pemain.

Walau tertekan, Semen Padang masih dapat melakukan beberapa serangan balik, yang mengancam pertahanan Mitra Kukar. Hujan deras yang turun sejak awal laga, terlihat jelas mempersulit kedua tim mengembangkan permainan.

Lima menit pertama babak satu berjalan, Semen Padang berusaha melakukan serangan dengan terobosan dari sayap. Namun genangan air di lapangan, membuat bola sulit mengalir.

Upaya melakukan terobosan dari sayap kanan maupun kiri, gagal dilakukan karena sulit bagi para pemain, untuk berlari dengan bola. Namun Kabau Sirah sepertinya beradaptasi lebih cepat, dengan merubah strategi memanfaatkan umpan panjang.

Nur Iskandar memperoleh peluang pertama di menit empat, namun tendangannya masih jauh melampaui mistar gawang. Tiga menit kemudian, pelatih Semen Padang, Nilmaizar tampak berusaha mengambil keputusan cepat, dengan melakukan pergantian pemain di menit tujuh.

Dia menarik keluar Alwi Slamat, dan memasukkan Irsyad Maulana yang telah beberapa kali sukses mencetak gol, dengan tendangan jarak jauh. Keputusan Nilmaizar, berhasil membuat Semen Padang bisa mendominasi permainan, dengan umpan-umpan langsung ke kotak penalti.

Di menit 26 Nur Iskandar yang bergerak dari sayap kiri, memberikan umpan terobosan ke ruang kosong hanya beberapa meter dari gawang. Bola langsung disambut Vendry Mofu, yang sayangnya tergelincir saat akan menendang bola, dan pemain Semen Padang lainnya telat mengejar bola.

Berkali-kali memperoleh peluang, baru menit 32 Semen Padang bisa memastikan keunggulan. Diawali dengan pergerakan dari sayap kiri, umpan matang disambut Adi Nugroho dengan sundulan, yang menjebol gawang Shahar Ginanjar. Skor berubah menjadi 1-0.

Tersengat dengan gol Semen Padang, para pemain Mitra Kukar yang masih mengandalkan serangan balik, baru bisa mengembangkan permainan di lima menit jelang berakhirnya babak pertama. Walau mulai bisa melakukan penetrasi ke arah kotak penalti, namun belum ada serangan yang mengancam.

Berikut adalah susunan pemain Mitra Kukar dan Semen Padang, yang diturunkan malam ini:

Mitra Kukar: Shahar Ginanjar; Michael Orah, Arthur Cunha da Rocha, Yanto Basna, Zulkifli Syukur, Hendra Ridwan, Rizky Pellu, David Maulana, Rodrigo Ost Dos Santos, Defri Rizky, Patrick Dos Santos.

Semen Padang: Jandia Eka Putra; Novan Setyo Sasongko, Hamdi Ramdan, Mohamadou Alhaji, Hengki Ardiles, Leo Guntara, Yu Hyon Koo, Vendry Mofu, M Alwi Slamat, M Nur Iskandar, James Koko Lomell.


Sumber: http://bola.viva.co.id/news/read/727145-mitra-kukar-juara-piala-jenderal-sudirman

Hujan Deras Ganggu Seremoni Final Piala Jenderal Sudirman


Selain itu hujan juga sedikit berdampak terhadap permainan kedua tim.
Hujan Deras Ganggu Seremoni Final Piala Jenderal Sudirman
Suasana final Piala Jenderal Sudirman di Stadion GBK pada 24 Januari 2016 (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho)
VIVA.co.id
Beberapa seremoni pembukaan Piala Jenderal Sudirman berjalan kurang maksimal, setelah hujan deras mengguyur hanya 30 menit jelang digelarnya pertandingan Semen Padang melawan Mitra Kukar.

Sebenarnya cuaca di kawasan Senayan tampak cerah, bahkan cenderung panas, pada Minggu siang, 24 Januari 2016. Tetapi, hujan deras mengguyur Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum seremoni dilakukan.

Hujan mulai turun sejak sesi latihan Semen Padang dan Mitra Kukar jelang pertandingan. Intensitas hujan yang sangat tinggi sampai membubarkan pasukan drum band yang berada di pinggir lapangan.

Hujan deras ini juga membuat sistem penata suara tidak terdengar dengan sempurna, sehingga seremoni penyerahan Piala Jenderal Sudirman dari pasukan bertandu ke Panglima TNI kurang terasa meriah.

Hujan ini juga membuat lapangan becek, beberapa panitia pelaksana pertandingan sempat mencoba jalannya bola. Meski bola tidak bergulir sempurna, pertandingan akhirnya tetap digelar tetap pada jadwal kick off pukul 20.30 WIB.

Dampaknya pemainan antara Semen Padang dan Mitra Kukar tidak bisa berjalan dengan sempurna. Beberapa kali salah kontrol terjadi karena genangan air di beberapa area lapangan.

Kondisi lapangan mulai membaik usai water break babak pertama. Genangan mulai reda sehingga bola sudah mulai bisa berjalan dengan baik, meski tidak sempurna.


Sumber: http://bola.viva.co.id/news/read/727144-hujan-deras-ganggu-seremoni-final-piala-jenderal-sudirman

Minggu, 05 Juli 2015

Gagal Penalti, Higuain dan Banega Kubur Mimpi Argentina


Chile jadi juara untuk pertama kali dalam 99 tahun sejara Copa America
Gagal Penalti, Higuain dan Banega Kubur Mimpi Argentina
Perayaan para pemain Timnas Chile. (REUTERS)
VIVA.co.id - Tim nasional Chile dan Argentina mesti mengakhiri pertandingan final Copa America 2015 yang dilangsungkan di Estadio Nacional, Santiago, Minggu 5 Juli 2015 hingga melalui drama adu penalti.

Argentina harus mengubur mimpinya memutus kesialan di ajang paling bergengsi di Amerika Selatan ini sejak 22 tahun lalu.

Kegagalan Gonzalo Higuain dan Ever Banega dalam mengeksekusi penalti, membuat skuad asuhan Gerardo Martino mesti menyaksikan La Roja merayakan kemenahgan di depan publik sendiri.

Alexis Sanchez yang didapuk menjadi penendang keempat sukses memperdayai Sergio Romero sekaligus membawa skuad asuhan Jorge Sampaoli mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 4-1.

Kegagalan ini juga menambah daftar buruk Martino di ajang Copa America, karena pada edisi sebelumnya 2011 lalu, dia yang ketika itu menangani Paraguay juga gagal di partai final usai dikalahkan 0-3 oleh Uruguay.

Berikut susunan pemain Chile vs Argentina:

Chile (4-4-2): Claudio Bravo; Mauricio Isla, Fransisco Silva, Gary Medel, Jean Beausejour; Charles Aranguiz, Marcelo Diaz, Arturo Vidal, Jorge Valdivia (Matias Fernandez 75'); Alexis Sanchez, Eduardi Vargas (Angelo Henriquez 95')
Pelatih: Jorge Sampaoli

Argentina (4-3-2-1): Sergio Romero; Pablo Zabaleta, Ezequiel Garay, Nicolas Otamendi, Marcos Rojo; Lucas Biglia, Javier Mascherano; Lionel Messi, Javier Pastore (Ever Banega 81'), Angel Di Maria (Ezequiel Lavezzi 29'); Sergio Aguero (Gonzalo Higuain 74')
Pelatih: Gerardo Martino
 
Sumber: http://bola.viva.co.id/news/read/646753-gagal-penalti--higuain-dan-banega-kubur-mimpi-argentina

Final Copa America, 120 Menit Tanpa Gol

Chile sukses tampil di luar prediksi publik.
Final Copa America, 120 Menit Tanpa Gol
Striker Chile, Alexis Sanchez. (REUTERS)
VIVA.co.id - Partai puncak Copa America 2015 yang mempertemukan tuan rumah Chile dan Argentina terpaksa dilanjutkan hingga ke babak adu penalti. Kedua tim tidak mampu mencetak sebiji gol pun selama 120 menit pertandingan. 

Pada laga yang berlangsung di Estadio Nacional, Santiago ini, kedua tim sebenarnya bermain dengan tempo yang cepat. Hanya saja, beberapa peluang emas yang terjadi tidak ada yang mampu dikonversi menjadi gol.

Skuad asuhan Jorge Sampaoli yang tidak diunggulkan menjadi pemenang justru berhasil tampil merepotkan pertahanan Tim Tango yang dikomandoi Nicolas Otamendi.

Mereka berhasil menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan peluang berbahaya lebih banyak dibanding Lionel Messi dan kawan-kawan.

Dalam pertandingan yang berjalan cenderung keras ini juga tercatat wasit asal Kolombia, Wilmar Roldan, mengeluarkan tujuh kartu kuning.

Berikut susunan pemain Chile vs Argentina:

Chile (4-4-2): Claudio Bravo; Mauricio Isla, Fransisco Silva, Gary Medel, Jean Beausejour; Charles Aranguiz, Marcelo Diaz, Arturo Vidal, Jorge Valdivia (Matias Fernandez 75'); Alexis Sanchez, Eduardi Vargas (Angelo Henriquez 95')
Pelatih: Jorge Sampaoli

Argentina (4-3-2-1): Sergio Romero; Pablo Zabaleta, Ezequiel Garay, Nicolas Otamendi, Marcos Rojo; Lucas Biglia, Javier Mascherano; Lionel Messi, Javier Pastore (Ever Banega 81'), Angel Di Maria (Ezequiel Lavezzi 29'); Sergio Aguero (Gonzalo Higuain 74')
Pelatih: Gerardo Martino
 
Sumber: http://bola.viva.co.id/news/read/646752-final-copa-america--120-menit-tanpa-gol

Final Copa America Berlanjut Ke Babak Perpanjangan Waktu


Meski menguasai pertandingan, Chile belum mampu bobol gawang Argentina
Final Copa America Berlanjut Ke Babak Perpanjangan Waktu
Striker Argentina, Sergio Aguero. (REUTERS)
VIVA.co.id - Partai puncak Copa America 2015 yang mempertemukan Chile dan Argentina terpaksa berlanjut hingga ke babak perpanjangan waktu, karena kedua tim hanya mampu bermain imbang 0-0 selama 90 menit pertandingan.

Anak asuh Jorge Sampaoli yang tidak diunggulkan pada pertandingan ini bermain dengan semangat tinggi di depan publik Estadio Nacional, Santiago. Total mereka berhasil menciptakan 12 peluang. Sedangkan Argentina hanya mampu menciptakan 5 peluang.

Setelah bermain imbang tanpa gol di paruh pertama pertandingan. Tuan rumah Chile kembali mencoba bermain dengan tempo cepat di paruh berikutnya.

Arturo Vidal sempat membuat tegang penonton yang memenuhi tribun stadion ketika babak kedua baru berjalan satu menit. Dia mendapat peluang saat berhasil berdiri bebas di dalam kotak penalti. Sayang sundulannya masih lemah dan mampu diantisipasi Sergio Romero.

Memasuki menit ke-60, Tim Tango secara perlahan mulai bangkit. Lionel Messi, Sergio Aguero, dan Ezequiel Lavezzi bergantian melakukan ancaman ke gawang La Roja yang dijaga oleh Claudio Bravo.

Striker asal klub Arsenal, Alexis Sanchez hampir saja membawa Chile unggul pada menit ke-82. Namun sayang, tendangannya masih melenceng di sisi kiri gawang Argentina.

Berikut susunan pemain Chile vs Argentina:

Chile (4-4-2): Claudio Bravo; Mauricio Isla, Fransisco Silva, Gary Medel, Jean Beausejour; Charles Aranguiz, Marcelo Diaz, Arturo Vidal, Jorge Valdivia (Matias Fernandez 75'); Alexis Sanchez, Eduardi Vargas
Pelatih: Jorge Sampaoli

Argentina (4-3-2-1): Sergio Romero; Pablo Zabaleta, Ezequiel Garay, Nicolas Otamendi, Marcos Rojo; Lucas Biglia, Javier Mascherano; Lionel Messi, Javier Pastore (Ever Banega 81'), Angel Di Maria (Ezequiel Lavezzi 29'); Sergio Aguero (Gonzalo Higuain 74')
Pelatih: Gerardo Martino
 
Sumber: http://bola.viva.co.id/news/read/646747-final-copa-america-berlanjut-ke-babak-perpanjangan-waktu